https://www.footwears.forsale/sepatu-dan-sandal-murah-pria-wanita-dan-anak-anak/
KARAWANG, KOMPAS.com – Kepergian Irmawaty (29) atau biasa disapa Irma Bule akibat digigit ular kobra yang dibawanya saat menyanyi dangdut menyisakan sebuah keinginannya yang belum terpenuhi.

Semasa hidup, Irma berjuang keras mengumpulkan uang untuk memberangkatkan kedua orangtuanya menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.

Uang itu dikumpulkannya tidak hanya dari kegiatannya menyanyi dari satu panggung ke panggung lain. Ia juga menyisihkan uang dari usaha berjualan online yang telah ditekuninya beberapa tahun terakhir.

Hal itu disampaikan oleh Dida (24), keponakan Irma, saat menemani Warta Kota yang mengunjungi rumah Irma di Dusun Pawarengan, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Untuk sampai ke rumah Irma, harus melewati jalan yang kondisinya kurang baik. Ketika hujan, jalan tersebut tergenang air.

Nama Irma cukup dikenal di Karawang dan Purwakarta. Hampir semua tukang ojek yang mangkal di jalan tersebut tahu di mana rumahnya.

Jaraknya sekitar 5 km dengan menyusuri jalan kampung. Kediaman Irma ada di dalam gang di jalan tersebut, tidak jauh, hanya sekitar 100 meter.

Ketika Warta Kota mendatangi rumah almarhumah, Rabu (6/4/2016) sore, suasana di gang rumah tersebut sepi. Sebuah tenda dan kursi-kursi plastik ditumpuk di depan rumah berwarna cat hijau dan berhalaman luas tersebut.

Saat itu, terdengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh seseorang di dalam rumah tersebut.

Suami sedih

Andri (35), suami Irma, juga ada di sana. Ia tidak bersedia diwawancara perihal meninggalnya sang istri.

Wajah Andri memperlihatkan perasaan emosi dan sedih. Sedih ditinggalkan mendadak oleh sang istri. Emosi karena dirinya merasa sama sekali tidak ada pertanggungjawaban dari kelompok musik yang mengajak Irma untuk manggung.

(Baca Dipatuk Ular Saat Manggung, Irma Bule Tetap Selesaikan Lagunya)

Selain itu, Andri juga merasa kecewa terhadap media massa yang banyak memberitakan hal-hal tidak benar soal istrinya.

Menurutnya, selama ini, tidak pernah ada konfirmasi kepada dirinya sebelum pemberitaan yang banyak beredar menjadi konsumsi publik. Dari yang dia ketahui, semua sumber bukanlah dari sumber utama, yakni keluarga Irma.

(Baca Pedangdut Meninggal Setelah Dipatuk Ular Saat Manggung, Pawang Diperiksa)

Kendati demikian, Andri mengizinkan Warta Kota untuk melihat-lihat barang peninggalan Irma dan mengambil foto di rumah mereka.

Keponakan Irma, Dida (24), menceritakan sedikit kisah hidup Irma. Benda-benda peninggalan seperti sepatu, boneka, hingga pakaian Irma memiliki ruang sendiri dan ditempatkan di tiga lemari kaca berbeda. Jumlahnya ada puluhan.

Dida menyebutkan bahwa benda-benda tersebut bukan dijadikan koleksi saja, sebagian di antaranya juga dijual oleh Irma melalui media sosial.

“Sehari-hari, bibi (panggilan Dida terhadap Irma) memang jualan online di Instagram, Facebook. Kadang ada teman-teman artisnya juga pada ke sini lihat-lihat,” kata Dida.

Sepengetahuan Dida, sejak beberapa tahun belakangan Irma menjalani usaha jual-beli barang-barang tersebut.

Menurut Dida, kegiatan utama Irma adalah jual beli online, bukan menyanyi. Itu dilakukannya sembari mengurus tiga buah hatinya, Bunga (8), Mawar (6), dan Kiran (4).

Dida tidak pernah tahu dari mana Irma mendapatkan barang-barang tersebut. Yang ia tahu, setiap kali Irma pulang manggung dari luar kota, barang barunya selalu bertambah.

“Kalau lagi manggung di Jakarta, Bandung, kadang juga saya enggak tahu, tiba-tiba barang jualan bibi sudah banyak aja,” kata dia.

Impian umrah

Dida mengenal Irma sebagai perempuan mandiri. Mendiang juga memiliki tekad besar untuk membahagiakan keluarganya.

Menurut dia, sebagian uang yang dikumpulkan Irma saat menyanyi dari satu panggung ke panggung ataupun dari berjualan online digunakan untuk memberangkatkan kedua orangtuanya berangkat ke Tanah Suci.

“Bibi mah orangnya pekerja keras, jarang ngeluh, dari dulu pernah bilang pengin berangkatin keluarganya umrah,” kata Dida.

Sejak kecil Irma bercita-cita menjadi penyanyi. Ia kerap mengikuti lomba menyanyi, baik di sekolah maupun kabupaten. Beberapa kali ia pulang dengan menyandang juara.

Yang terbaru, kata Dida, Irma pernah memberitahu dirinya jika lolos audisi kontes pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia. Namun, kesempatan emas tersebut tidak diambil karena ia tidak bisa ke Jakarta dan meninggalkan anak-anaknya.

Dida mengatakan, atraksi panggung Irma bersama ular baru dilakukannya sekitar tiga tahun belakangan. Menurut dia, tidak ada tujuan apa pun dengan atraksi itu selain keberanian Irma.

“Bibinya memang orangnya berani, mungkin pengin coba-coba, sama pawangnya juga sudah kenal dekat,” kata dia.

Dida menuturkan, beberapa bulan lalu Irma pernah mengutarakan keinginannya untuk meninggalkan dunia tarik suara dan fokus mengurus keluarga.

“Banyak juga yang ngundang, tapi ditolak sama bibi karena lagi males,” kata Dida.

Meninggalnya Irma masih menyisakan sesal bagi orang-orang di sekitarnya. Di mata tetangga, Irma dikenal sebagai sosok yang sederhana. Setiap pagi jika tidak manggung, Irma kerap kali membeli sayur-mayur di warung sebelah rumahnya.

“Sukanya beli sayur aseman, ikan asin, katanya kalau makan ayam bosen,” katanya.‎ (Acep Nazmudin/Warta Kota)

Artikel ini sudah tayang di Warta Kota Online dengan judul “Irma Bule Bukan Hanya Berbakat Menyanyi, tapi Multitalenta” – https://www.footwears.forsale/sepatu-dan-sandal-murah-pria-wanita-dan-anak-anak/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s