dongeng anak anak
SYDNEY, KOMPAS.com – Ketika Eveline pindah dari Indonesia ke Australia, dia mengalami kesulitan menemukan pekerjaan yang cocok dengan pengalaman dan kualifikasinya sebagai akuntan.

Daripada kembali kuliah lagi, dia memilih menekuni hobi lamanya membuat kue.

Kini, Eveline sukses menjadi pembuat kue macaron di Sydney. Dia menjalankan usahanya dengan bendera Dous Dolce.

“Saya termasuk seorang pemimpi. Saya menyukai dongeng, kisah tentang sang putri. Saya menghayal untuk bisa hidup bahagia selamanya di sebuah kastil,” kata dia saat ditanya tentang cita-cita masa kecilnya.

Eveline mangaku, saat pindah ke Australia tahun 2012 dan tinggal bersama pasangannya, dia tak memiliki pilihan.

“Saya menerimanya sebagai tantangan untuk memulai kehidupan baru di Australia,” kata dia.

Menurut dia, tantangan terbesarnya adalah karena keluarga dan sahabatnya semua berada di Indonesia.

“Sangat berat. Saya mulai dari nol membangun koneksi dan sahabat, dan sesekali sangat membuat frustrasi dan tertekan,” ungkap dia.

“Tantangan kedua adalah mendapatkan pekerjaan. Saya sebelumnya kerja di KPMG di Indonesia sebagai auditor. Saya pikir bisa dapat kerjaan serupa di sini,” cetusnya.

Namun, setelah sekian lama Eveline menyadari bahwa kecil kemungkinan dia bisa menyaingi pelamar lain, dengan bermodal pengetahun keuangan lokal.

“Hal ini juga membuat saya frustrasi,” sambungnya.

Hal ketiga adalah soal makanan. “Karena saya besar di Indonesia, jelas saya menyukai masakan Indonesia. Sulit menemukan makanan yang benar-benar asli di sini,” kata dia.

“Saat-saat saya sibuk cari kerja, saya juga sesekali membuat kue,” ujar dia mengawali cerita bisnis kuenya.

Eveline berpikir daripada memulai dari awal, lebih baik jika dia menggunakan keterampilannya, dan fokus membuat kue.

“Saya tumbuh besar di keluarga bisnis, dan saya mewarisi kebiasaan selalu mencari peluang di pasar,” tegas dia.

“I love cute and pretty things — begitu juga kue-kue yang aneh. Saya lihat kue seperti itu tidak banyak di Sydney dan Australia,” ungkap dia.

Eveline pun memutuskan untuk mengasah kembali keterampilan membuat kue macaron dan membuat roti dengan berbagai hiasan.

Kini setelah melewati perjangan sekian lama, Eveline telah memetik buah dari jerih payahnya.

“Tak ada mimpi yang terlalu besar. Kamu unik dan kamu tahu siapa dirimu. Jangan biarkan orang lain mengatakan sebaliknya,” kata dia. – dongeng anak anak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s