https://www.footwears.forsale/product-tag/sepatu-sneakers-wanita/
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) telah memfungsikan setiap gerbong pertama dan terakhir pada rangkaian kereta rel listrik (KRL) sebagai gerbong khusus wanita. Hal itu diterapkan untuk memberikan kenyamanan kepada kaum wanita. Oleh karena itu, tak heran, gerbong ini diminati oleh penumpang perempuan.

Akan tetapi, pada jam-jam sibuk, kenyamanan jauh dari harapan justru karena semua penghuni gerbong tersebut adalah perempuan.

“Saya nggak suka gerbong perempuan karena penuhnya nggak manusiawi. Desak sana-sini plus nggak mau gantian tempat duduk. Bete juga kalau pas kita sakit terus nggak ada yang mau gantian duduk,” kata Ardani, salah seorang karyawati bank swasta, yang sehari-hari menggunakan KRL Bogor-Sudirman di Stasiun Sudirman, Kamis (7/8/2014).

Karena itulah, Ardani pun lebih suka menumpang di gerbong umum atau campuran. Hal serupa juga dirasakan oleh Yosephine, yang bekerja di salah satu radio Ibu Kota. Setiap hari, untuk menuju kantornya di bilangan Sudirman, Yosephine naik KRL dari Stasiun Universitas Indonesia dan begitu sebaliknya saat pulang kerja.

“Mereka suka egois. Maunya dekat-dekat kipas, nggak mau geser ke dalam. Jadinya penumpang numpuk di pintu, padahal di daerah tengah itu lega. Kalau di gerbong campuran, lebih toleran sih,” kata Yosephine.

Berbeda dengan Ardani, meskipun sebal dengan keadaan di gerbong wanita, Yosephine tetap memilih untuk menumpangi gerbong wanita daripada gerbong umum.

“Lebih milih gerbong cewek sih dengan alasan enggak bau dan lebih ngerasa save,” ujarnya.

Tak berbeda jauh dengan Ardani dan Yosephine, para wanita yang sedang hamil juga enggan menggunakan gerbong khusus itu. Mereka bahkan menghindari gerbong wanita bila naik pada jam sibuk.

Diana (28), perempuan yang tengah mengandung lima bulan, mengungkapkan bahwa dia sering tidak diberi duduk oleh sesama wanita ketika bangku prioritas telah terisi penuh. “Mereka semua matanya merem dan pura-pura tidak melihat saya. Padahal saya sudah mengelus-ngelus perut,” kata Diana.

Biasanya, Diana baru mendapatkan tempat duduk setelah mengadu kepada petugas keamanan.

Penumpang di gerbong wanita juga dikenal sadis. Mereka tega menyikut penumpang lainnya demi memperoleh tempat duduk. Pengalaman itu disampaikan oleh Rani (30), karyawati di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan.

Tangan Rani pernah ditarik penumpang lain ketika dia berlari untuk mendapatkan tempat duduk. “Saya juga didorong, padahal saya sudah mau duduk. Akhirnya penumpang itu yang mendapatkan bangku,” kata Rani.

Warga Bojonggede itu mengaku sudah merasakan suka duka setelah hampir empat tahun menjadi penumpang setia KRL commuter line.

Meski penuh sesak, Rani akan tetap memanfaatkan kereta untuk berangkat bekerja karena angkutan itulah yang dianggapnya paling efektif. “Mulai dari tali BH putus, sepatu, sandal terinjak dan hilang, hingga kaki ‘tertukar’ sudah saya alami. Jadi, nikmati saja.” – https://www.footwears.forsale/product-tag/sepatu-sneakers-wanita/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s