virtual office jakarta timur
Solo, Kompas – PT Pos Indonesia (Persero) akan menggeluti bisnis properti, bisnis dalam jaringan (online), hingga jasa keuangan seiring transformasi PT Pos Indonesia dari perusahaan produk pos, pengiriman surat, dan logistik menjadi perusahaan yang berjaringan. Badan usaha milik negara ini juga mengubah target pasarnya dari eceran ke pasar perusahaan tahun 2013 ini. Dengan perubahan ini, PT Pos Indonesia menargetkan peningkatan pendapatan dari Rp 3,4 triliun pada 2012 menjadi Rp 4,4 triliun pada 2013.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) I Ketut Mardjana seusai dialog dengan Kepala Kantor Pos se-Jawa Tengah dan DI Yogyakarta di Solo, Jawa Tengah, Jumat (4/1).

Ketut menjelaskan, di lahan lokasi premium milik PT Pos Indonesia akan dibangun hotel, mal, rumah toko, atau apartemen. Yang sudah siap bangun, dua hotel di Bandung, Jawa Barat. PT Pos Indonesia mempunyai 2.535 lokasi aset yang tidak terutilisasi dengan luas minimal 500 meter persegi hingga lebih dari 5.000 meter persegi, sebagian berada di lokasi premium.

”Di lokasi premium ini akan kami bangun sendiri propertinya, sebagian bekerja sama dengan investor,” kata Ketut.

Selain itu, tahun 2013 ini PT Pos Indonesia juga akan memasuki bisnis dalam jaringan (daring) melalui situs plasapos.com yang menawarkan beragam produk, dari sandang hingga perangkat elektronik. Bisnis ini, disebutkannya, hanya membutuhkan sedikit dana untuk membangun jaringan dengan produsen penyedia barang di dalam dan luar negeri.

PT Pos hanya menyediakan toko maya (virtual) dan cabang kantor pos yang tersebar di seluruh Nusantara sebagai tempat transaksi. Nanti akan disediakan petugas untuk mendampingi konsumen sehingga orang yang buta huruf atau tidak akrab dengan internet pun bisa belanja daring. Sektor ini diharapkan juga mendongkrak sektor logistik dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

Pada tahun 2016, sebut Manajer Hubungan Masyarakat PT Pos Indonesia Abu Sofian, pengiriman surat akan menurun drastis. Namun, di sisi lain, pengiriman surat akan diimbangi dengan peningkatan pengiriman paket barang, antara lain sebagai imbas perdagangan daring.

Saat ini, PT Pos Indonesia juga sudah membuka 15 PostShop yang bekerja sama dengan perusahaan eceran Indomaret. Melalui kerja sama ini, PT Pos Indonesia memperoleh pendapatan Rp 250 juta per tahun dari satu unit PostShop, sedangkan jika sekadar menyewakan tempat PT Pos Indonesia hanya mendapat Rp 35 juta per unit. Ditargetkan, tahun 2013 terbangun 400-500 PostShop. (EKI) – virtual office jakarta timur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s