lemari asam murah
BOGOR,MINGGU-Pabrik sabu-sabu beromzet miliaran rupiah yang bersembunyi di sebuah vila mewah di Cariu, Kabupaten Bogor, digerebek polisi pada Minggu (22/2) sekitar pukul 00.30. Pabrik ini merupakan pabrik sabu-sabu ketiga yang digerebek polisi sepanjang tahun 2009.

Vila mewah tersebut disewakan ke Farid, warga Bendunganhilir (Benhil), Tanahabang, Jakarta Pusat, dengan Rp 150 juta per tahun. Rumah peristirahatan seluas 3.000 meter persegi ini terletak di Kampung Pasirpeuteuy, RT 09/03 Desa Karyamekar, Cariu, dan lokasinya cukup terpencil.

Di vila tersebut, polisi menangkap tiga pria dan dua wanita yang diduga sebagai anak buah Farid. Sekitar lima jam kemudian, polisi menggerebek rumah Farid di Jalan Widuri RT 11/01, Kelurahan Bendunganhilir. Namun Farid tak ditemukan. Bahkan, anak dan istrinya tak ada. Diduga, Farid kabur dengan membawa keluarganya beberapa saat sebelum polisi tiba.

”Saya sih nggak tahu persis penggerebekannya. Saya ditelepon Ketua RW 01, sekitar pukul 06.30 dan diminta datang ke rumah Farid karena di sana banyak polisi. Kata Pak RW, Farid terlibat masalah ekstasi,” ujar Ketua RT 11/01, Sudarmi (42), kemarin.

Menurut Sudarmi, di rumah itu polisi hanya mendapati seorang wanita pembantu rumah tangga. Si pembantu rumah tangga mengaku tidak tahu keberadaan Farid. Polisi kemudian mengangkut sejumlah jeriken berisi bahan-bahan kimia dan laptop yang ditemukan di lantai dua. Sudarmi menduga, bahan-bahan kimia tersebut merupakan bahan baku ekstasi.

Kemarin petang, Kapolda Jawa Barat Irjen Timur Pradopo datang ke vila sabu-sabu di Cariu itu. Menurut Timur, penggerebekan vila di Cariu terkait dengan penggerebekan di Benhil.

Menurut Timur, polisi menemukan sekitar 120 jeriken bahan kimia yang diduga merupakan bahan baku sabu-sabu. Setiap jeriken berisi 20 liter bahan kimia. ”Kami belum bisa menentukan omzet pembuatan sabu-sabu ini. Namun menurut para pelakunya, mereka baru satu kali memproduksi sabu-sabu,” katanya. Hingga semalam, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Cariu.

Timur menambahkan polisi sudah menangkap lima orang—dua di antaranya wanita—yang diduga sebagai pengelola pabrik sabu-sabu di Cariu tersebut. Namun, tiga pentolan pabrik sabu-sabu ini belum tertangkap. ”Sampai saat ini masih mengejar ketiga orang itu,” katanya.

Informasi yang diterima Warta Kota penggerebekan pabrik sabu-sabu di vila di Cariu dilakukan gabungan petugas Mabes Polri, Polda Jabar, Polres Bogor, dan Polsek Cariu. Polisi menyita sejumlah bahan baku sabu-sabu yang jika diproses bisa menghasilkan puluhan kilogram sabu-sabu. Penelusuran Warta Kota, harga satu gram sabu-sabu bisa mencapai Rp 1 juta.(wid/get)
lemari asam murah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s