sneakers wanita
PINRANG, KOMPAS.com – Setelah beberapa kali bolos sekolah tiap hari Sabtu, kini Adil (11) bisa terus ke sekolah dan tidak lagi malu karena telah memiliki seragam pramuka.

Siswa kelas IV SD Negeri 147 Pangaparang di Desa Pangaparang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, itu mendapatkan bantuan seragam pramuka dari sekolahnya.

Sejak naik ke kelas V, Adil absen sekolah dan tinggal di rumah neneknya saban Sabtu. Ia malu pada teman-temannya karena tidak punya seragam pramuka.

“Saya malu, seragam pramuka saya ukurannya kecil dan sudah lusuh,” kata Adil sambil merunduk dan memainkan jarinya di paha.

Seragam pramuka yang dibelinya sejak kelas I sudah dipakainya selama empat tahun dan kini sudah kekecilan. Kancing bajunya juga sudah copot dan terpaksa dikancing dengan peniti atau jarum pentul.

Lambang-lambang pramuka yang menempel di dada dan lengan baju juga sudah tak terbaca karena lusuh.

Adil malu memakai pakaian lain karena pasti akan terlihat berbeda dari teman-temannya yang memakai seragam pramuka.

(Baca juga Malu Tidak Punya Seragam Pramuka, Siswa Kelas V SD Bolos Sekolah)

“Adil ini anaknya pendiam dan cenderung tertutup. Selama ini saya kenal anaknya baik dan rajin belajar,” ujar Lena, tante Adil.

Mengetahui kondisi tersebut, sejumlah pihak yang bersimpati mencari tahu alamat Adil untuk memberikan bantuan. Pekan lalu, perwakilan sekolah mengklarifikasi langsung kepada Adil.

Amir, guru SDN 147 Pangaparang, ikut mengantarkan bantuan seragam ke tempat tinggal Adil, Minggu (18/9/2016) kemarin.

Menurut Amir, Adil memang mengalami masalah sosial di keluarganya. Sejak kecil kedua orangtuanya berpisah.

Ayah Adil diduga merantau ke Malaysia dan tak pernah mengirimkan kabar. Adapun ibunya sudah menikah dan ikut dengan suami barunya.

“Anaknya rajin dan termasuk berprestasi. Hanya saja ia memang punya masalah sosial yang kompleks. Tapi mudah-mudahan setelah kita ketahui langsung masalahnya dan menyerahkan bantuan seragam pramuka, Adil tetap semangat ke sekolah,” tutur Amir.

Kehidupan Adil makin memprihatinkan karena nenek seorang diri merawatnya sejak kecil hingga sekolah. Beberapa minggu lalu, nenek Adil meninggal dunia.

Kini Adil tinggal di rumah sepupu dan nenek lainnya di Dusun Cendrana, Desa Pangaparang, Pinrang.

Setiap hari Adil harus berjalan kaki sejauh lima kilometer dari rumah ke sekolah. Ia tidak pernah mengeluhkan jarak yang semakin jauh ini.

Yang ia keluhkan adalah baju seragamnya, termasuk sepatu dan tas miliknya yang sudah tidak layak.

Adil merasa malu mengeluhkan hal itu kepada siapa pun, termasuk ke sekolah atau keluarga dekatnya.

Pihak sekolah menyebutkan, Adil sempat mendapatkan bantuan dari program pemerintah berupa bantuan siswa miskin. Namun, belakangan namanya tidak lagi tercantum sebagai penerima bantuan siswa miskin.

Pihak sekolah menyatakan telah mengusulkan namanya untuk ikut dalam daftar penerima, tetapi setelah diverifikasi, nama Adil tidak tercantum.

Setelah mendapatkan bantuan seragam, Adil berjanji akan berangkat ke sekolah setiap Sabtu. – sneakers wanita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s