harga kursi laboratorium
KOMPAS.com – Untuk masuk ke Eropa, Australia, bahkan Singapura, produk herbal Indonesia masih harus mencari siasat. Pasalnya, negara-negara tersebut masih menaruh kepercayaan pada obat-obatan berbasis bahan kimia. “Makanya, produk herbal yang akan masuk mesti melewati uji klinis,”kata Direktur Utama Sidomuncul Irwan Hidayat kemarin.

Sembari memperkenalkan seri iklan terbaru produk obat herbal Tolak Angin dengan sederetan bintang iklan seperti Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, aktris senior Widyawati, dan pemusik Piyu, Irwan Hidayat menuturkan penetrasi produk Indonesia di negara-negara yang penduduknya lazim menggunakan produk obat herbal memang jauh lebih mudah. “Kami lebih mudah diterima di Malaysia, China, dan India,”kata generasi ketiga pemimpin Sidomuncul ini.

Irwan mengakui melalui iklan terbaru tersebut, pihaknya ingin menunjukkan kalau produk asli Indonesia sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Makanya, pengambilan gambar selama dua hari pada 14-15 Januari 2013 itu dilakukan di Inggris, Jerman, dan Belanda. Dalam kesempatan sama, Sidomuncul juga memperkenalkan seri iklan bertema pabrik Sidomuncul.

Selain di negara-negara tersebut, Sidomuncul mengklaim produk-produknya bisa dijumpai di Hong Kong, Saudi Arabia, dan Nigeria. “Tapi ya itu, produk-produk itu baru ada di toko-toko obat-obat Timur atau obat China,”katanya menyiratkan kendala menembus pasar lebih luas.

Lebih lanjut, Irwan mengatakan pihaknya menerapkan siasat barang impor untuk menembus negara-negara yang masih berpegang kuat pada pengobatan berbasis bahan kimia. Artinya, pihak-pihak di negara-negara tersebut mengimpor produk-produk Sidomuncul. “Bukan saya yang mengekspor tapi pihak negara asing yang mengimpor,”katanya.

Lantaran menerapkan kiat tersebut, aku Irwan, pihaknya tidak memunyai catatan konkret berapa banyak produk yang dibeli pihak asing tersebut. “Bisa dimaklumi karena pengimpor bisa saja membeli produk Sidomuncul dari tangan kedua,”kata Dahlan Iskan menambahkan.

Akan tetapi, Irwan Hidayat mengatakan mayoritas produknya tetap diserap oleh pasar dalam negeri. “Sampai sekarang cuma lima persen yang kami ekspor,”kata cucu Ibu Rahmat Sulistyo, pendiri Sidomuncul.

Soal konsumsi dalam negeri ini, Irwan Hidayat mengatakan hal tersebut sebagai salah satu kiat. Menurutnya, semakin banyak sebuah produk dibeli oleh rakyat di negaranya sendiri, produk itu akan makin dikenal. “Karena makin dikenal, negara-negara lain pun akan mengimpor produk itu,”begitu pertimbangan Irwan Hidayat.

Sementara itu, informasi dari Manager Tolak Angin Retna Widawati menunjukkan sejak sepuluh tahun silam, Sidomuncul sudah memproduksi lebih dari 2,5 miliar sachet Tolak Angin versi cair. Tolak Angin adalah produk pertama Sidomuncul pada 1949. Kala itu, produk tersebut berbentuk jamu serbuk.

Adalah Widyawati dan suaminya, mendiang aktor Sophan Sophiaan yang menjadi bintang iklan kali pertama produk ini pada 1973. “Saat ini, dalam satu bulan produksi Tolak Angin 60 juta sachet,”kata Widawati yang akrab dipanggil Wiwid ini.

harga kursi laboratorium

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s