harga kursi laboratorium
KOMPAS.com – Hampir pada semua produk pembersih rumah tangga, produsen mencantumkan label peringatan agar keberadaannya dijauhkan dari jangkauan balita dan anak-anak. Peringatan ini sebaiknya ditanggapi serius oleh para orang tua. Pasalnya, kemasan menarik produk-produk pembersih rumah tangga berisiko disalahgunakan oleh balita dan anak-anak. Bila tak diawasi penyimpanan dan penggunaanya secara ketat, bukan mustahil berujung fatal.

Seperti laporan para dokter di rumah sakit anak di Inggris belum lama ini, mengenai lima kasus keracunan pada anak usia di bawah 2 tahun selama 18 bulan terakhir ini. Anak balita ini ditemukan mengalami luka bakar serius di kerongkongannya akibat terpapar bahan kimia.

Berdasarkan laporan, balita di Inggris mengalami pembengkakan cukup parah. Mereka juga membutuhkan tabung pernapasan (intubasi). Beberapa di antaranya dirawat di ruang perawatan intensif, sedangkan satu balita memerlukan operasi tambahan untuk menghilangkan jaringan parut yang meluas.

Dokter THT dari Rumah Sakit Royal for Sick Children di Glasgow Dr. Lyndsay Fraser mengatakan, pihaknya menemukan adanya peningkatan jumlah kasus balita keracunan deterjen dalam 18 bulan terakhir. Anak-anak balita ini sangat tertarik dengan bentuk dan kemasan menarik deterjen yang warna dan teksturnya seperti permen.

Tanpa curiga, balita lantas menggigit dan tak sengaja menelan deterjen.Kontan saja, balita keracunan karena sifat alkali pada deterjen dengan cepat merusak jaringan lunak.

Masalah ini telah dianggap serius. Di Inggris, pusat informasi telah menerima aduan kasus keracunan deterjen sebanyak 647 telepon. Bila dicari di database toksikologi milik profesional kesehatan TOXBASE, didapati pengaduan kasus serupa sebanyak 4.000 kali. Aduan paling umum berisi produk rumah tangga deterjen tidak sengaja tertelan bayi.

Para ahli di Ameriksa Serikat mengatakan produk rumah tangga seperti deterjen menimbulkan ancaman yang sama bagi balita di Amerika. Hampir 2.200 anak usia di bawah lima tahun tak sengaja menelan deterjen. Menurut laporan American Association of Poison Control Centers (AAPCC), hal ini terjadi antara bulan Januari sampai Juli 2012.

Deterjen yang tertelan akan menyebabkan gangguan perut ringan. Kadang, gangguan ini tanpa gejala. Anak-anak yang menelan cairan deterjen bisa muntah, bersin-bersin dan sesak nafas. Beberapa di antara balita ini sampai membutuhkan bantuan pernafasan.

Dokter anak dari Rumah Sakit Anak di Seattle, Washington, Dr.Wendy Sue Sanson mengatakan anak-anak yang penasaran akan mengeksplorasinya melalui mulut. Karena kemasan deterjen mudah terbuka sementara anak mencoba mengunyahnya maka dengan mudah kemasan terbuka dan masuk ke mulut anak.

Dr. Tamara Kuittinen, Direktur pendidikan medis dari Rumah Sakit Lenox Hill, New York menambahkan, kemasan yang dirancang menarik juga “menarik” untuk balita. Anak-anak ini menganggap kemasan adalah mainan untuk gigi baru mereka.

Orang tua kembali diingatkan untuk selalu melindungi buah hatinya. Termasuk menempatkan perangkat cuci serta obat pembersih rumah tangga lainnya jauh dari jangkauan balita. Tempat yang aman akan menjauhkan risiko keracunan buah hati. Para produsen rumah tangga juga dihimbau untuk mendesain ulang kemasan produk demi keselamatan balita. – harga kursi laboratorium

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s