sepatu sandal wanita toko bagus
JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus siswa SMK 3 Palu, Sulawesi Tenggara, berinisial AAL (15), yang diseret ke meja hijau memasuki babak baru. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Maria Ulfah Anshor, meminta agar pelajar pencuri sandal butut tersebut bebas dari jerat hukum.

“Kami minta agar proses hukum terhadap AAL ini tidak dikriminalisasi, tapi lebih kepada perlindungan anak. Kepada majelis hakim, kami minta AAL dibebaskan,” ujar Maria di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2012).

Maria melanjutkan, pemberian hukuman kurungan tidak tepat dikenakan pada anak seusia AAL. Ia menyarankan, AAL dikembalikan ke orang tua untuk mendapat pengasuhan serta kasih sayang dari orang tuanya.

Saat ini KPAI telah melakukan langkah formal untuk menangani kasus tersebut dengan mengirim surat kepada Pengadilan Negeri (PN) Palu. Surat tersebut juga telah disertai tembusan ke Mahkamah Agung, Kapolda Palu, serta Kapolri. Surat ditujukan kepada PN Palu itu dilayangkan Senin (2/1/2012) kemarin, sementara surat kepada Kapolda Palu sudah dikirim seminggu sebelumnya.

Maria mengatakan, kasus kriminalisasi anak sudah berulang kali terjadi.

“Ini mengindikasikan, hukum kita tidak dengan perfektif keadilan dan keberpihakan kepada kaum bawah, khususnya bagi anak-anak,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, KPAI berencana menemui Kapolri langsung untuk membicarakan kasus yang telah berlangsung sejak November 2010 lalu ini.

“Kita lihat perkembangan proses hukum di sana. Kalau masih ada ancaman lima tahun, kita akan pertimbangkan bertemu Kapolri,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pada November 2010 lalu seorang pelajar bernama AAL dan teman-temannya melewati Jl Zebra, Palu, tepatnya di depan idekos Briptu Anwar Rusdi Harahap. Melihat ada sandal jepit, ia kemudian mengambilnya.

Pada Mei 2011, polisi itu kemudian memanggil AAL dan temannya. Selain diinterogasi, AAL juga dipukuli dengan tangan kosong dan benda tumpul.

Selanjutnya, kasus ini bergulir ke meja hijau dengan mendudukkan AAL sebagai terdakwa pencurian sandal. Jaksa dalam dakwaannya menyatakan, AAL telah melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 362 KUHP tentang Pencurian dan dikenai ancaman pidana 5 tahun penjara.

Sementara itu, Polda Sulteng telah menghukum para polisi penganiaya AAL. Briptu Anwar Rusdi Harahap dikenai sanksi tahanan 7 hari dan Briptu Simson J Sipayang dihukum 21 hari. – sepatu sandal wanita toko bagus

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s