lemari asam berkualitas
KOMPAS.com — “Sebenarnya, boleh atau tidak menyimpan obat cair dan tablet di dalam lemari es? Apakah tindakan ini bisa membuat masa kedaluwarsa obat jadi lebih lama? Khusus obat cair, apakah masih boleh dikonsumsi bila dasarnya mengendap meski masa kedaluwarsanya masih lama?” (Rina Divasasri, via e-mail)

Menurut dr Alyya Siddiqa, SpFK, dokter spesialis farmakologi klinis dan dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, tempat penyimpanan obat sebaiknya tertutup, tidak lembab, dan tidak langsung terpapar sinar matahari. Obat cair pada umumnya dapat disimpan dalam suhu kamar, tetapi ada juga yang menyarankan untuk disimpan dalam lemari es.

Cara penyimpanan obat biasanya dicantumkan pada kemasan. Contohnya obat antibiotik sirup, disarankan untuk disimpan di dalam lemari es karena masa kedaluwarsanya cukup singkat. Namun, sebelum diminum, botol mesti dikocok dulu supaya cairannya larut semua. Adapun untuk obat antibiotik kering, masa pemakaiannya cukup singkat. Kurang lebih tujuh hari apabila disimpan dalam lemari es.

Untuk obat berbentuk tablet tak perlu disimpan dalam lemari es karena tak memengaruhi masa kedaluwarsanya. Obat cair sebaiknya tak dikonsumsi lagi apabila sudah ada pengendapan meski kedaluwarsanya masih lama. Perbedaan pengendapan yang wajar dan rusak adalah obat yang rusak akan berubah warna, berbau, dan rasanya sudah tidak enak. – lemari asam berkualitas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s