Kisah Seru Es Krim Dulu

lemari asam murah
KOMPAS.com — Kawasan Senen, sama seperti puluhan tahun lalu, masih mampu menyedot warga Jakarta dan sekitarnya untuk mampir. Dulu, kawasan yang namanya Vink Passer ini masih rindang. Di tengah kerindangan itu muncul sebuah toko es krim, namanya Ice Cream Baltic. Toko yang berdiri di tahun 1939 itu menyediakan makanan dingin nan mewah.

Kedai itu masih bertahan sampai sekarang. Letaknya kini di antara pasar loak buku di sepanjang Jalan Kramat Raya hingga Jalan Kwitang, di kawasan Jakarta Pusat, tak jauh dari kelokan ke arah Jalan Kwitang. Lagi pula ukuran kedai itu menyusut begitu banyak. Kini, di dalam kedai hanya ada tiga meja dengan sekitar 12 kursi. Bagian belakang bangunan itu dijadikan ”pabrik” es krimnya.

”Dulu tempat ini seperti restoran, pakai kursi rotan, meja, ada payung besar. Sekarang sudah enggak mungkin. Ukuran tempat ini sudah berkurang sampai sekitar 20 meter,” ujar Mulya Setiawan, penerus Mulya Santosa, si pemilik Ice Cream Baltic.

”Pernah ada ibu pelanggan yang udah tua cerita, tempat ini dulu jadi tempat pacarannya. Katanya, abis nonton film di Grand, biasanya ia makan es krim di sini,” kisah Setiawan.

Kini dengan melubernya produk es krim, baik lokal, maupun impor, es krim tua semacam Baltic makin tersingkir. Namun, bisnis es krim yang memiliki moto ”Ice Cream Tempo Doeloe” itu harus tetap berlangsung. Maka selain mempertahankan bahan dan rasa, Setiawan menjalankan kiat lain, menjemput pelanggan.

Bagi Anda yang bisa mampir ke kedai di bilangan Senen ini, lebih baik merasakan es krim ini di rumah aslinya. Lazimnya es krim masa lalu, rasa yang sampai di lidah adalah rasa segar yang tak bikin eneg.

Cita rasa buah asli di setiap produk es krim inilah yang terus bikin pelanggan yang kini sudah memiliki cucu tetap merindu. ”Kita tetap menggunakan resep dari zaman Belanda, dan bahan-bahan tetap kita pertahankan yang asli,” tambah Setiawan. Es krim ini dulu disajikan dalam mangkuk-mangkuk keramik dan dalam bentuk stik. Kini es krim dijual dengan stik atau cup plastik.

”Sejak dulu rasa cokelat, stroberi, dan stroberi berlapis cokelat masih jadi favorit. Tapi banyak juga yang suka alpukat atau alpukat lapis cokelat, juga kopyor,” kata Setiawan.

Yang pasti, tak seperti es krim modern, melahap es krim ini tak cukup hanya sebatang atau semangkuk kecil. Namun, tenang saja, soalnya harga es krim ini sangat terjangkau. Harganya berkisar antara Rp 2.400 (stik) dan Rp 3.100 (cup). Tempat ini buka setiap hari pukul 09.00-17.00.

Warung es krim lain yang sezaman dengan Baltic adalah Es Krim Italia Ragusa. Es krim yang kini dikelola Buntoro Kurniawan dan Sias Mawarni ini dirintis sejak 1932 oleh dua bersaudara asal Italia, Luigi Ragusa dan Vicenzo Ragusa. Penjualannya pun menggunakan gerobak dorong dan hanya setahun sekali saat pasar malam Pasar Gambir digelar. Di hari-hari biasa, pedagang keliling menjajakannya di sekitar Menteng. Hingga akhirnya pada 1947, kedai Ragusa di Jalan Veteran I itu lahir.

Seperti Baltic, es krim ini terasa lembut namun tidak cepat mencair di mulut. Dan yang paling penting tidak eneg karena bahannya tidak ditambahi zat kimia. Es krim unggulan di Ragusa adalah Tutti Frutti dan Cassata Siciliana seharga Rp 22.000 per mangkuk. Tutti Frutti adalah gabungan rasa vanila, cokelat, dan stroberi, sedangkan Cassata Siciliana adalah es krim bercampur cake dan nougat.

Selain dua jenis tadi, es krim lain yang disajikan dalam mangkuk-mangkuk aluminium mungil juga tersedia, seperti rum raisin, mocca, dan cokelat dengan harga bervariasi hingga sekitar Rp 14.000/scoop.

Jika belum puas, di Cikini juga ada es krim dari tahun 1951. Namanya Tjan Njan atau Tjanang. Meski kini warung aslinya sudah tak ada, es krim ini tetap eksis dijual melalui restoran di Jalan Cikini Raya dan mal, seperti Puri Indah dan Kelapa Gading.

Es krim Tjan Njan dijual dengan harga Rp 6.000 per cup kecil. Seperti es krim zaman dahulu lainnya, Tjan Njan rasanya lembut. Es krim unggulan Tjan Njan adalah es krim kopyor, alpukat, dan cokelat. Uniknya, es krim cokelat terasa renyah karena ada potongan-potongan cokelat chip. Demikian juga es krim kopyor yang dibubuhi potongan-potongan kopyor. – lemari asam murah

Gandarusa, Pil KB Khusus Pria Siap Diproduksi

jual sepatu sneakers wanita
SURABAYA, KOMPAS.com – Gandarusa, pil antihamil khusus untuk pria telah siap produksi. Tablet atau pil KB pria ini sudah terbukti sangat ampuh mencegah kehamilan pada sang istri.

Adalah dosen farmasi Universitas Airlangga (Unair), Bambang Prayogo, yang berhasil mengambil ekstrak daun gandarusa (gendarussa vulgaris nee). Dengan memanfaatkan daun tumbuhan ini, Bambang telah mengujikan kepada ratusan pasangan usia subur.

“Mereka adalah para aseptor keluarga berencana. Setelah kita ujicobakan, berhasil. Gandarusa memang bisa mencegah pembuahan pada pasangan. Bahkan, para pria mengaku makin jantan,” ucap Bambang di kampusnya beberapa waktu lalu.

Rektor Unair Prof Fasich sangat mengapresiasi temuan ini. Fasich menyatakan terus mendukung dan telah memfasilitasi produksi pil gandarusa dengan pihak ketiga.“Tahun ini, pil KB khusus pria gandarusa siap diproduksi,” jelas Fasich, Senin (5/9/2011).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
Bambang kini telah dipercaya Badan Koordinator Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Lembaga pemerintah ini siap menampung seluruh pil ekstrak gandarusa hasil ciptaan Bambang.

Bahkan PT Indo Farma, salah satu produsen obat terbesar, juga sudah menyekesaikan uji klinis dan siap memproduksi secara massal. “BKKBN, PT Indo Farma, dan Unair sudah meneken MoU,” tambah Fasich.

Ekstrak daun gandarusa temuan Wakil Dekan III Fakultas Farmasi Unair tersebut telah meyakinkan dunia kesehatan. Karena telah menjadi kontasepsi sakti bagi pria ini, kini tanaman gandarusa terus dibudidayakan di wilayah-wilayah di Jatim. Seperti di Mojokerto, Jombang, Pasuruan, dan daerah lain. – jual sepatu sneakers wanita

Dilantik Jadi Anggota DPR, Adian Napitupulu Bakal Pakai Jas Bekas dan Kemeja Murah

sepatu kets wanita 2017

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelantikan anggota DPR terpilih tidak selalu identik dengan kemewahan dan persiapan khusus. Anggota DPR terpilih dari PDI Perjuangan, Adian Yunus Yusak Napitupulu, akan mengenakan pakaian bekas dengan harga yang relatif murah.
Dijumpai seusai menghadiri acara geladi bersih pelantikan anggota DPR periode 2014-2019, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2014), Adian mengaku tak ingin mengenakan pakaian wah dengan harga yang mahal saat prosesi pelantikan pada Rabu (1/10/2014).

Baginya, sebagus apa pun pakaian yang dikenakan, hal itu tak menjamin kinerja dan idealisme anggota Dewan tersebut.

“Pakaian tidak ada hubungannya dengan kebijakan, pikiran, dan kemampuan kita. Harga kita adalah pada apa yang telah dilakukan, bukan dari pakaian,” kata Adian.

Saat pelantikan nanti, Adian akan mengenakan celana yang baru dijahit beberapa waktu lalu dengan harga Rp 180.000. Untuk pakaian atasan, ia telah membeli kemeja putih di Jatinegara seharga Rp 25.000.

Dasi yang akan dikenakan dibeli di ITC Ambassador seharga Rp 25.000, dan jas ia beli di toko pakaian impor bekas di kawasan Gedebage, Bandung. Harga jas itu hanya Rp 40.000.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
“Sepatu saya beli Rp 450.000, itu juga barang diskon 40 persen,” ujar salah satu pendiri kelompok mahasiswa Forum Kota (Forkot) itu.

Saat hadir dalam acara geladi bersih, Adian juga mengenakan pakaian yang relatif jauh berbeda dengan anggota terpilih lainnya di DPR. Ia tetap percaya diri dengan mengenakan kemeja flanel motif kotak-kotak. Kalung etnik tetap melingkar di lehernya, dan kacamata diselipkan di atas kepala.

Setelah dilantik, Adian mengaku ingin duduk di Komisi III, Komisi VII, atau Komisi IX DPR. Alasannya sederhana, ia menganggap Komisi III sesuai dengan latar belakang pendidikan hukumnya, Komisi VII karena ia memiliki pengalaman bekerja di tambang selama empat tahun, dan Komisi IX karena ia tertarik dengan hukum perburuhan.

“Alasannya sederhana saja, di luar komisi itu saya tidak menguasai. Akan tetapi, belum tahu nanti, partai yang akan menentukan,” pungkas Adian.

Adian sempat ikut bertarung dalam bursa pencalegan tahun 2009 lalu dari PDI Perjuangan. Saat itu, ia menjadi caleg nomor urut 4 Dapil V Jawa Barat (Kabupaten Bogor), tetapi gagal. Kini, Adian terpilih sebagai anggota DPR periode 2014-2019 dari dapil yang sama. – sepatu kets wanita 2017

Warga Melihat Buaya Berebut Makan di Lokasi Hilangnya Seorang Nelayan

toko sepatu online murah bandung
NUNUKAN, KOMPAS.com – Tim dari Basarnas Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, belum menemukan nelayan bernama Assek (60) pada hari kedua pencarian di perairan Semangakadu, Selasa (21/6/2016).

Hingga Selasa pukul 16.00 Wita, tim pencari belum menemukan titik terang tentang keberadaan Assek. Warga setempat menduga Assek dimakan buaya.

Hal itu sesuai keterangan seorang warga bernama Rusdi yang sempat melihat buaya berebut makanan sekitar pukul 17.00 Wita tidak jauh dari tempat Assek memukat ikan pada Senin (20/6/2016).

“Bapak Rusdi sempat melihat kawanan buaya berebut makanan di sekitar muara Semangkadu. Dia juga sempat melihat baju merah seperti yang dipakai korban,” kata Kepala Basarnas Kabupaten Nunukan Octavianto, Selasa.

Rusdi hanya melihat ada sekumpulan buaya yang tengah berebut makan. Ia sempat melihat baju merah seperti dipakai korban. Karena takut, ia tidak berani berlama-lama mengamati buaya-buaya tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
Tidak ada saksi yang melihat Assek di lokasi kejadian sehingga dugaan korban dimakan buaya semakin kuat.

“Operasi terakhir tim SAR akhir tahun 2015 pernah melihat adanya buaya di Pantai Semangkadu,” ujar Octavianto.

Assek dilaporkan hilang di Pantai Semangkadu setelah seharian memukat ikan kemarin. Biasanya Assek pulang ke rumah pada pukul 12.00 Wita.

Bahtiar, anak tiri korban, hanya menemukan sepatu, alat pukat ikan dan hasil tangkapan ikan yang sudah membusuk di Pantai tempat Assek biasa mencari ikan. – toko sepatu online murah bandung

Rangkuman 5 Berita Pilihan Akhir Pekan Ini

sepatu sport pria murah
KOMPAS.com – Lagi-lagi, pejabat negara ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan. Setelah kabar beredar sejak Sabtu (17/9/2016) dini hari, akhirnya dipastikan bahwa Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman yang ditangkap KPK.

Selain kabar tersebut, akhir pekan ini juga digelar balapan F1 GP Singapura dan resmi dimulainya pesta olahraga akbar PON XIX di Jawa Barat. Oh ya, soal kisah kepahlawanan Kapten Pilot Sully mendaratkan pesawat di sungai yang diangkat dalam film juga menjadi artikel pekan ini. Termasuk penghargaan WWF Internasional untuk Menteri Susi Pudjiastuti.

1. Pembukaan PON XIX

Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Tahun 2016 dibuka Presiden Joko Widodo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/9/2016) malam.

PON Jabar 2016 ini diikuti 15.000 atlet dan ofisial, 9.845 panitia pelaksana, memperebutkan 756 medali emas, 756 medali perak, dan 980 medali perunggu di 44 cabang olahraga, 756 nomor pertandingan, 366 pertandingan putra, 297 pertandingan putri, 36 pertandingan campuran, 57 pertandingan terbuka yang tersebar di 68 venue di 16 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Ikuti terus berita PON di Topik Pilihan PON 2016

2. Biawak Lintasi Sirkuit F1 GP Singapura

Sehari menjelang perhelatan balapan Formula 1 ( F1) GP Singapura dikejutkan kehadiran seekor biawak yang melintasi sirkuit.

Pebalap Red Bull Racing Max Verstappen menyebutnya kadal raksasa saat melihatnya di lintasan dan dibalas krunya sebagai Godzilla.

Pada balapanyang akan berlangsung Minggu (18/9/2016) malam, pebalap Mercedes Nico Rosberg meraih pole position.

Berita selengkapnya di http://kom.ps/AFvceP

3. Irman Gusman Ditangkap KPK

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinasnya.

Ia menjadi tersangka dugaan suap dalam kasus pemberian tambahan kuota impor gula kepada CV Semesta Berjaya. Irman diduga memberi rekomendasi kepada Bulog.

Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK menyita barang bukti bingkisan berisi uang Rp 100 juta, juga menetapkan 2 orang lainnya sebagai tersangka yakni Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandy Sutanto (XSS) dan istrinya Memi.

Ikuti terus kasus ini di Topik Pilihan Irman Gusman Ditangkap KPK.

4. Susi Dapat Penghargaan di Amerika

Masih ingat dengan adegan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti lari-lari keluar Istana Merdeka tanpa alas kaki karena mau mengejar pesawat ke Amerika Serikat? Rupanya Susi ke sana untuk menerima penghargaan “Leaders for a Living Planet” dari WWF International.

Berita selengkapnya di http://kom.ps/AFvc8u

5. Berkaca dari Film Sully

Kapten Pilot Chesley “Sully” Sullenberger terpaksa mendaratkan pesawat Airbus A320-214 di Sungai Hudson pada 2009 silam setelah kedua mesinnya mati menabrak kawanan angsa. Syukur, 155 penumpang semuanya selamat.

Kisah kepahlawanan ini dituangkan menjadi film berjudul Sully yang diputar mulai 2 September 2016 oleh Warner Bros, dan sejauh ini sudah meraup 50 juta dollar AS.

Padahal, Indonesia juga punya kisah heroil serupa pada 2002 saat Kapten Abdul Rozaq mendaratkan pesawat Boeing 737-300 milik Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia di Bengawan Solo.

Mantan KSAU Chappy Hakim mengulasnya dalam kolomnya di http://kom.ps/AFvcbsepatu sport pria murah

11.514 Kemasan Jamu “Kijang Mas” Disita

lemari asam murah
WONOSOBO, MINGGU – Jamu asam urat cap “Kijang Mas” yang beredar di Kabupaten wonosobo, Jawa Tengah, berdasarkan uji laboratorium diduga mengandung bahan kimia obat, yang dapat menimbulkan efek samping penggunanya.

“Masyarakat perlu mewaspadai jamu tradisional karena jamu cap ’Kijang Mas’ menimbulkan efek samping terhadap 28 warga Desa Klepu, Kecamatan Watumalang, yang mengonsumsinya,” kata Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Kabupaten Wonosobo, Azri Budi Krisnamurti, di Wonosobo, Minggu (14/9).

Sebelumnya, DKKS Wonosobo telah melaporkan temuan jamu tradisional, yang diduga berbahaya tersebut ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang. BBPOM menindaklanjuti dengan menyita 11.514 kemasan jamu cap “Kijang Mas”, yang terdiri dari 50 jenis jamu dari toko jamu di kawasan Kertek, Wonosobo untuk diteliti.

Menurut dia, hingga kini belum diketahui dari mana jamu itu diproduksi karena dalam kemasan tidak dicantumkan kota asal jamu dan nomor registrasi kesehatan juga dipalsukan. “Hasil uji BBPOM Semarang menunjukkan jamu tersebut positif mengandung bahan kimia obat (BKO),” katanya.

Kasubdin Pengamatan dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKKS Wonosobo, Djunaedi mengatakan, kandungan bahan alami jamu itu tidak berbahaya, tetapi produsen mencampurkan tiga bahan kimia obat, seperti parasetamol (obat penurun panas) dengan “fenil butason” dan “piroxicam” yang bersifat “rhematoid” (menghilangkan pegel linu).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
“Padahal baik jumlah maupun takaran kandungan obat tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga menyebabkan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan,” katanya.

Menurut dia, jika jamu tersebut dikonsumsi dalam waktu lama, campuran tiga obat tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, lever, dan jantung.

Ia mengimbau warga Wonosobo agar tidak mudah terpengaruh efek cepat setelah mengonsumsi jamu tradisional. Umumnya konsumen merasa badan terasa enak setelah meminum jamu. Namun pada hari berikutnya reaksi kimia obat mulai bekerja.

Pada dasarnya, bahan jamu tradisional hanya baik untuk menjaga kesehatan tubuh. “Tetapi bila dikonsumsi, tiba-tiba bisa menghilangkan suatu penyakit maka jamu itu patut dicurigai mengandung bahan kimia obat,” katanya. – lemari asam murah

Polisi Hongaria Siksa Pengungsi Sambil “Selfie”

sepatu wanita murah jakarta
BUDAPEST, KOMPAS.com – “Saat mereka memukuli kami, mereka semua tertawa. Para polisi itu, saat mereka memukuli kami, mereka ber-selfie bersama kami.”

Demikianlah pengakuan Shahid Khan, seorang pencari suaka asal Pakistan yang menceritakan aksi kekerasan yang dilakukan polisi Hongaria yang menjaga perbatasan negeri mereka.

Khan mengatakan, dia diserang sebelum kemudian difoto lalu dikejar-kejar anjing-anjing polisi yang ganas.

“Mereka memperlakukan kami seperti binatang, padahal kami ini manusia,” ujar Khan.

Berbagai organisasi kemanusiaan mengatakan polisi Hongaria kerap melakukan kekerasan terhadap pengungsi.

Meski telah mendapat peringatan dari PBB, tetapi pemerintah Hongaria yang berhaluan kanan seolah menutup telinga.

Farhad (34) pencari suaka asal Iran menggambarkan saat dia dan 30 orang pengungsi lainnya, termasuk perempuan dan anak-anak, dikepung polisi Hongaria setelah menerobos pagar perbatasan.

Para polisi tak berseragam itu kemudian memerintahkan mereka duduk di tanah dengan kedua tangan di kepala. Lalu dimulailah kekerasan selama dua jam.

“Saya bahkan belum pernah melihat pemukulan seperti ini di dalam film. Lima atau enam polisi memukuli kami satu persatu sementara kedua tangan kami diikat borgol plastik,” kenang Farhad.

“Mereka memukuli kami dengan menggunakan apa saja, tangan kosong, tendangan, pentungan. Mereka benar-benar melukai kami dengan parah,” tambah Farhad.

“Kami bertanya mengapa mereka memukuli kami. Dan mereka hanya memerintahkan kami agar kembali ke Serbia,” lanjut dia.

Farhad juga mengatakan, para polisi itu juga ber-Hongaria di saat sebagian teman-temannya memukuli pengungsi.

Ehsan (28), juga asal Iran yang juga ikut dipukuli bersama Farhad mengatakan, mereka diperintahkan untuk merayap melewati lubang yang dibuat dari kawat berduri di perbatasan Hongaria.

“Saya adalah yang terakhir melintas kembali ke Serbia dan mereka melepaskan anjing-anjing untuk mengejar saya,” ujar Ehsan.

“Saat saya terjatuh dan berusaha memegang kalung anjing itu, seorang polisi menghantam wajah saya dari samping,” lanjut Ehsan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
Human Right Watch (HRW) memperoleh sebuah foto yang memperlihatkan Ehsan yang terluka di dekat matanya dan wajahnya penuh memar yang baru pulih sekitar dua pekan.

Lydia Gall, peneliti HRW di Balkan dan Eropa Timur, mengatakkan, dia memperoleh sejumlah laporan yang menyebut polisi menyiksa dan merekam kekerasan terhadap para pengungsi itu.

Setelah sebuah undang-undang baru diterapkan pada Juli tahun lalu yang intinya mengatur bahwa pengungsi yang tertangkap dalam radius lima mil dari perbatasan bisa dikembalikan ke Serbia maka polisi diminta merekam aksi mereka.

“Polisi memerintahkan para pengungsi berbaris di depan kamera memegang secarik kertas berisi pengakuan bahwa mereka melintasi perbatasan Hongaria secara ilegal,” ujar Gall.

“Dalam film itu, mereka diminta mengatakan polisi telah sangat membantu dan berperilaku sopan,” tambah Gall.

Namun, setelah rekaman dihentikan maka banyak pengungsi mengatakan barulah kekerasan dan pemukulan dimulai.

Gall menambahkan, rekaman video itu menjadi alasan pemerintah Hongaria menolak digelarnya investigasi dalam masalah ini.

Saat cuaca ekstrem melanda Eropa pada awal 2017 dan suhu di Hongaria bisa anjlok hingga -20 derajat Celcius, bentuk penyiksaan baru muncul.

Para pengungsi mengatakan, polisi akan mengambil air minum mereka lalu membuangnya sebelum membiarkan para pengungsi kedinginan di tengah salju.

Bahkan tak jarang baju hangat, sepatu, dan pakaian mereka juga dirampas polisi.

“Beberapa kali kami dapati beberapa orang muncul di Serbia tanpa pakaian selembar pun,” kata Gall.

Ratusan ribu pengungsi melintasi perbatasan Hongaria dalam upaya mereka meninggalkan Yunani menuju Eropa Barat, tetapi beberapa negara dengan pemerintahan sayap kanan tak segan memerpanjang penderitaan mereka.

Ribuan personel dikerahkan untuk menjaga perbatasan Hongaria-Serbia yang memiliki panjang lebih dari 150 kilometer.

Tentara mendirikan pagar kawat berduri setinggi enam meter dan dialiri arus listrik tegangan tinggi.

Selain itu, pasukan perbatasan dilengkap berbagai peralatan sensor dan kamera, serta pengeras suara untuk menyampaikan pesa dalam bahasa Inggris, Arab, dan Persia. – sepatu wanita murah jakarta

Taiwan Bantu Sandal dan Selimut

sepatu sandal wanita toko bagus
Yogyakarta, KOMPAS.com – Pemerintah Taiwan dan kalangan swasta menyatakan empati dan dukacita atas musibah letusan Gunung Merapi, dan bersamaan dengan itu pemerintah dan kalangan swasta meneruskan bantuan sumbangan mereka kepada masyarakat Yogyakarta yang menjadi korban letusan Gunung Merapi sejak 26 Oktober lalu.

Demikian penegasan pemerintah Republik Demokrasi Taiwan, diwakili Andrew Hsia, Kepala Urusan Ekonomi dan Perdagangan untuk Indonesia, Sabtu (13/11/2010) di Yogyakarta. “Kami ingin menyampaikan rasa empati dan keprihatinan kami terhadap para korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta. Pemerintah Taiwan, pengusaha Taiwan, LSM Taiwan dan masyarakat Taiwan dengan ini melanjutkan bantuan kemanusiaan kami, karena kami ingin masyarakat Indonesia yang terkena musibah segera bisa bangkit kembali,” kata Ko Hsiao-Tzung, Wakil Kepala Urusan Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia, mewakili pimpinannya Andrew Hsia.

Menurut Ko Hsiao-Tzung, dalam beberapa hari ini bantuan dari pemerintah Taiwan dan tiga komponen masyarakat lain di Taiwan akan segera sampai ke Yogyakarta. “Barang-barang bantuan yang akan kami kirimkan adalah paling sedikit 10.000 sandal, 10.000 selimut, dan 10.000 pakaian, di samping sejumlah obat-obatan,” kata Hsiao-Tzung sambil mengemukakan total bantuan itu nilainya sekitar 200.000 dollar AS.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
Bantuan kemanusiaan oleh pemerintah dan berbagai kalangan di Taiwan, menurut Hsiao-Tzung sudah berjalan sejak 2005. Pemerintah Taiwan secara kontinyu memberikan bantuan kemanusiaan berupa barang maupun uang, dan hingga kini diperkirkan tak kurang dari 7 juta dollar AS. ”Taiwan saat ini juga masih membangun sebuah proyek universitas berupa gedung dan pusat informasi di Aceh. Nilai bangunan itu 2 juta dollar AS. Kami juga mengangkat anak angkat berjumlah 10.000 orang. Mereka adalah anak yatim piatu dari musibah tsunami Aceh tersebut,” demikian Hsiao-Tzung.

Pada peristiwa gempa dan letusan Merapi di Yogyakarta tahun 2006 Pemeritnah Taiwan bahkan telah mengirim 10 buah pesawat untuk mengangkut bantuan bagi para korban gempa lewat Solo. (TOP/HRD) – sepatu sandal wanita toko bagus

Kapolri: Sumatera Utara Harus Berubah

jual sepatu sneakers wanita
MEDAN, KOMPAS.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berharap bahwa masyarakat dan aparatur di Sumatera Utara mampu mengubah citra negatif dan anekdot yang melekat pada daerah itu.

Dalam peluncuran e-policing “Polisi Kita” di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (5/2/2017), Tito menyebutkan, adanya pameo yang menyebutkan Sumut dengan istilah “Semua Urusan melalui Uang Tunai”.

Anekdot tersebut memberikan citra negatif bagi Sumut karena seolah-lah segala urusan tidak dilaksanakan secara profesional, melainkan transaksional.

“Sumut harus diubah menjadi Semua Urusan Musti Tuntas,” katanya dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amleza Dahniel, dan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin itu.

Menurut Tito, Sumut merupakan salah satu provinsi yang paling maju dan banyak pembangunannya di Tanah Air. Namun, pembangunan tersebut diharapkan bukan hanya dari aspek infrastruktur, tetapi juga budaya, termasuk budaya dalam pelayanan publik.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
Untuk mencapai hasil yang maksimal, budaya negatif yang ada harus dihilangkan, terutama budaya aparatur pemerintahan.

“Kalau aparatnya bersih, Sumut pasti akan lebih maju dan menjadi model di Indonesia,” ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Tito juga berharap bahwa program “e-policing” atau pelayanan kepolisian terpadu berbasis elektronik mampu memberikan pengaruh positif, terutama dalam pelayanan publik di Sumut.

“Kami berharap ini tidak berhenti dalam peluncuran saja. Kami tunggu realisasinya,” tegas Tito. – jual sepatu sneakers wanita

Sandal dan Sepatu Batik ala Kulkith

sepatu kets wanita 2017
Agnes Tandia, mahasiswi Jurusan Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang baru meraih gelar sarjananya, memiliki usaha sepatu dan sandal batik ”online” bernama Just Kulkith. Dia memulai usahanya pertengahan 2009.

Agnes sengaja memilih batik sebagai material utama produknya. Dia ingin batik dipakai dan dihargai kaum muda.

”Remaja selalu melihat batik sebagai kain yang hanya pantas dipakai orang tua, hanya cocok untuk acara resmi, seperti kondangan. Pandangan itu yang ingin saya ubah,” tutur Agnes.

Melalui produknya ia berharap batik bisa menjadi bagian keseharian kaum muda. Dia berharap kaum muda bisa mencintai batik.

Langkahnya dimulai dengan membuat jaket batik. Meski bertentangan dengan selera pasar, jaket yang cara pemasarannya hanya dipamerkan kepada kawan-kawan di kampus itu mendapat respons positif. Banyak temannya yang kemudian memesan jaket dengan capuchon dan kedua sisinya bisa dipakai bergantian itu.

Tes pasar ini dinilai Agnes cukup berhasil. Dia melihat ada peluang untuk mengampanyekan batik kepada kaum muda.

Otaknya kembali berputar saat melihat limbah kain batik pembuatan jaket yang relatif banyak. Tak ingin limbah itu terbuang sia-sia, Agnes menyulapnya menjadi sepatu dan sandal batik.

”Saya memilih sepatu dan sandal karena kebutuhan batiknya sedikit,” katanya.

Posisinya di Bandung juga menguntungkan karena Agnes dengan mudah bisa mendapatkan penjahit yang sudah ahli. ”Kualitas jahitannya bagus,” katanya.

Dengan modal batik, penjahit andal, dan ilmu di bangku kuliah, Agnes mulai memproduksi sepatu dan sandal batik. Ia menciptakan desain sepatu dan sandal sesuai model yang sedang in agar produknya digemari anak muda.

Apabila saat itu sandal-sepatu model Gladiator sedang musim, Kulkith tak ketinggalan. Jika sedang musim sandal dan sepatu flat, Agnes juga membuat model serupa, termasuk sepatu boot ala Dr Martin.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-210346665559669319-411’); });

Advertisment
Inilah tantangan terbesar Agnes. Kreativitasnya diuji. Bagaimana dia bisa menciptakan desain unik dengan corak batik yang sesuai sehingga pas dengan selera anak muda. Dia kerap memadukan corak batik dengan kulit sintetis.

Untuk bahan, Agnes relatif tak kesulitan mendapatkannya. Di sejumlah pasar kain di Bandung, ia bisa mendapatkan kain batik yang dibutuhkan.

”Di Bandung, kain batik relatif lengkap, ada batik Pekalongan, Cirebon, Solo, Yogyakarta. Malah sampai kain tenun ikat pun ada,” katanya.

Namun, setiap kali dia berkesempatan pergi ke luar kota, Agnes bakal menyempatkan diri berburu kain batik setempat.

Dukungan teknologi

Kesuksesan Kulkith dengan Agnes sebagai motor utamanya barangkali tidak akan tercapai bila tak ada situs jejaring sosial Facebook. Saat semua orang berlomba-lomba memanfaatkan Facebook (FB) untuk bersosialisasi di dunia maya, dia tak mau ketinggalan. Dia menjadikan FB sebagai media pemasaran online.

Cara ini ditempuh Agnes sebenarnya karena saat merintis Kulkith modalnya sangat terbatas. Dengan memilih pemasaran online, ongkos promosi bisa ditekan.

”Pembeli memesan dulu, setelah membayar baru sepatu dibuat,” kata Agnes.

Cara lain yang dia tempuh adalah dengan mensponsori blogger yang dikenal luas di dunia maya sebagai fashion blogger. Nah, karena blogger itu mengapresiasi produknya dan memberi ulasan positif, jadilah penjualan sepatunya meroket.

Pembelinya tak hanya di dalam negeri. Jangkauan Kulkith sudah melebar hingga Malaysia dan Belanda. Tahun 2009 Agnes mengirim lima lusin sepatu ke Belanda. Omzet usahanya sekitar Rp 50 juta per bulan.

Sukses dengan toko online-nya, Agnes lalu merintis offline store di Bandung serta merekrut saudara dan teman-teman untuk membesarkan usahanya. Dia juga berencana membuka toko di Bali. Setelah lulus, Agnes semakin mantap membesarkan usahanya itu.(DWI AS SETIANINGSIH) – sepatu kets wanita 2017