lemari asam murah
DAMASKUS, KOMPAS.com — Pasukan pemberontak Tentara Pembebasan Suriah (FSA), Kamis (12/9/2013), menolak proposal Rusia yang akan menempatkan persenjataan kimia Suriah di bawah kendali internasional.

FSA juga mendesak agar para pejabat tinggi rezim Presiden Bashar al-Assad diseret ke pengadilan.

Kelompok koalisi Suriah ini juga mempertanyakan inisiatif Rusia itu dan menuding langkah tersebut hanya merupakan manuver politik untuk memberikan waktu bagi Presiden Assad.

“FSA mengumumkan penolakan terhadap rencana Rusia untuk menempatkan senjata kimia Suriah dalam pengawasan internasional,” kata Komandan Militer FSA Jenderal Salim Idriss dalam sebuah video yang diunggah ke situs YouTube.

Idriss menambahkan, FSA tidak puas dengan hanya melucuti senjata kimia yang merupakan perangkat kejahatan. FSA ingin agar para pelaku kejahatan itu diseret ke pengadilan kriminal internasional.

Idris melanjutkan, respons dunia internasional terhadap penggunaan senjata kimia Suriah seharusnya efisien dan efektif.

“Jika tidak, maka Iran, Korea Utara, dan milisi Hezbollah akan menganggap itu merupakan lampu hijau untuk memproduksi dan menggunakan senjata kimia,” ujar Idriss.

Idriss juga menyerukan kepada negara-negara yang mendukung pemberontakan terhadap Assad untuk meningkatkan pasokan senjata kepada pemberontak sehingga mereka dapat melanjutkan perjuangan “membebaskan Suriah”. – lemari asam murah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s